Iklan

 


Pak Omank
Senin, 11 Mei 2026, Mei 11, 2026 WIB
Last Updated 2026-05-11T14:33:45Z
Berita

China Vonis Mati Dua Mantan Menteri Pertahanan karena Korupsi

BACA JUGA

Dua mantan menteri pertahanan China dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan militer atas dakwaan korupsi berupa penyuapan.

Kantor berita resmi Xinhua hari Kamis (7/5/2026) mengumumkan bahwa Li Shangfu dan Wei Fenghe dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan selama dua tahun, artinya hukuman mereka kemungkinan akan dikurangi menjadi penjara seumur hidup apabila keduanya menunjukkan perilaku baik.

Xinhua mengatakan bahwa pembebasan bersyarat lebih lanjut tidak akan diizinkan, dan bahwa kedua pria tersebut dicabut hak-hak politiknya seumur hidup dan demikian pula seluruh harta benda pribadinya. Hukuman berat tersebut diharapkan dapat menimbulkan efek jeranya bagi orang lain, serta mengisyaratkan kepada para pejabat bahwa kedudukan tinggi bukan berartiereka akan bebas dari hukum, lansir The Guardian.

Li menjabat menteri pertahanan selama tujuh bulan pada 2023. Pendahulunya adalah Wei, yang menduduki jabatan itu selama lima tahun.Posisi menteri pertahanan hanya memegang sedikit kekuasaan di China, karena urusan militer ditangani oleh Komisi Militer Pusat Partai Komunis China. Namun, kedua pria itu sebelumnya memegang jabatan yang memberikan mereka akses ke anggaran yang besar dan peralatan militer sensitif.

Li merupakan kepala departemen pengadaan perlengkapan militer antara 2017 dan 2022. Wei sebelumnya memimpin Rocket Force of the People’s Liberation Army (PLA), yang bertanggung jawab atas arsenal persenjataan nuklir China.

Media pemerintah China sebelumnya mengatakan bahwa Li divonis bersalah “melanggar disiplin Partai dan hukum”. Konon hasil penyelidikan menemukan bahwa Li berusaha memperkaya dirinya dan orang lain, menyalahgunakan jabatannya untuk kepentingan orang lain, serta menerima uang dalam jumlah besar dan barang berharga sebagai imbalannya.

Sebelum vonis mereka pada bulan Januari, mempidanakan Zhang Youxia, orang nomor dua dalam komando militer China setelah Presiden Xi Jinping, dengan tuduhan korupsi.*


Tidak ada komentar:

Posting Komentar